Minggu, 22 Agustus 2010

MIMPI DALAM PSIKOLOGI ISLAM: SEBUAH REFLEKSI BAGI KEKUATAN TAUHID

Apakah anda tadi malam bermimpi dalam keheningan tidur nyenyak? Mungkin iya. mungkin tidak. Atau apakah anda pernah bermimpi? Kalau yang ini jawabanya pasti iya. Mimpi memang menjadi objek yang menarik. Karena biasanya mimpi bisa menceritakan tentang kehidupan kita, menceritakan kisah orangtua kita, yang bisa jadi itu menyenangkan ataupun tidak. Ia bisa membuat kita meretas senyum, menstimulir cucuran keringat, atau tanpa kita sadari mimpi lah yang membangunkan kita di kehampaan malam jauh sebelum jam weker mengusik lelap kita. Bedanya ada yang bangun sambil berteriak, jantung berdegup, atau kita tak dapat mengelak untuk membiarkan jiwa menyulut istighfar.

Dalam psikologi modern, ada beberapa psikolog yang cukup fokus untuk mengkaji mimpi, salah satunya, Sigmund Freud dari mazhab psikodinamika. Menurut Sigmund Freud, stimulus dan sumber dari kemunculan sebuah mimpi ada 4, yaitu:

1. External Sensory Stimuli
2. Internal (subjective) Sensory Excitations
3. Internal Organic Somatic Stimuli
4. Psychical Source of Stimulation

Jadi kalau boleh kita sederhanakan, stimulus dan sumber tersebut bisa muncul dari dalam diri individu seperti dorongan tertentu, harapan dan keinginan-keinginan atau yang bersifat eksternal yang biasanya berasal dari pengalaman obyektif atau bisa juga karena rangsangan organ badan maupun kondisi fisik. Namun kalau kita mengkaji lagi, hal itu diucapkan Freud bukanlah tanpa system, system psikologi seksualitas tentunya. Karena timbulnya mimpi, mayoritas sebagai pengendapan unsur libido dan id yang tak bisa terealisasi di dunia nyata, dan pada ujungnya harapan itu mengendap pada alam bawah sadar dan muncul secara “tidak fair” via mimpi.

Setelah itu, tak dapat dipungkiri manusia, bahwa mimpi adalah sebuah fenomena yang terkadang merupakan sebuah penjelasan akan terjadinya suatu hal di masa mendatang (futuristik). Problemnya kemudian, lebih daripada itu, mimpi juga ternyata bisa berubah untuk melambangkan suatu infromasi yang jauh dari tangkapan logika manusia, semisal sketsa alam ghaib yang sulit dicerna, samar-samar, absurd, dan sulit untuk dipahami. Hal ini coba dianalisa oleh berbagai pakar, khusunya ulama atau para pengkaji mimpi dengan basis agamis. Kenapa? Pertama, mimpi yang bersifat ghaib masih intens sebelum kiamat mendera. Kedua, ini problem, karena ruang ini belum bisa difasilitasi oleh studi psikologi modern seperti psikodinamika atau behaviorisme, sebab ini berkaitan pada konteks filosofis ilmu atau epsitemologi psikologi. Hal-hal yang berbau ghaib, sulit diendus indera, jauh dari bayangan logika, pada hakikatnya akan dijauhkan dari psikologi, atau sesekali hendak dibunuh. Ini tak lain dikarenakan tajuk “klenik” memang tidak dapat dicerna oleh sensoris (pancaindera) yang melulu menjadi pegangan ilmu modern.

Alhasil jarang para psikolog modern berkutat dalam arus yang menantang ini, menjabarkan, menganalisa hingga samapai terkonversi menjadi hipotesa pasti. Dan pada akhirnya hal yang vital ini terbuang begitu saja atau paling tidak dipendam dalam alam bawah sadar manusia tanpa kita pernah memikirnya. “Hallah…Cuma mimpi ini” mungkin begitu lah sebagian kita bergumam.

Pertanyaannya, betulkah hal-hal seperti itu tak perlu dijelaskan, atau kalau mau disebut ilmiah, hal ini sebagai cerita yang tidak bisa dikaitkan dengan nalar? Lho bukannya ilmu diturunkan untuk menjawab persoalan apapun itu? Lantas apakah hal semacam ini bisa dijadikan studi, kajian ilmiah, bahkan objek penelitian? Mungkin diantara anda, yang terbiasa dengan konstruk rasionalitas dalam berpikir, akan bersifat skeptik. Tapi bagaimana dengan Islam? Ini yang menarik.

Islam, mengutip apa yang dijabarkan Muhammad Ustman Najati dalam kitabnya tentang Psikologi dalam Tinjauan hadis nabi ternyata membahas mimpi dengan mendalam. Mimpi dalam risalah hadis salah satunya disebut dengan sebutan hulm. Menurut Ahmad Mubarok, term ahlam disebut Al-Qur’an sebanyak lima kali , dua kali term al hulum (dari halama yahlumu) dalam arti mimpi “pertama” (والّذين لم يبلغوا الحلم), 131 satu kali ahlam (dari haluma yahlumu hilm) disebut dalam arti fikiran-fikiran (أم تأمرهم أحلامهم بهذا)132 dan dua kali disebut adghas ahlam, dalam arti mimpi-mimpi kalut, yakni pada surat Yusuf/12:44 dan Q/21:5.

Lompat dari hal diatas, ternyata Islam tidak berhenti menyertakan term mimpi dalam riwayat definisi, tapi Islam sampai pada melakukaan distingsi/membedakan klasifikasi mimpi yang jauh dari tangkapan psikologi modern (baca: Psikoanalisis dan Goddert ) yang hanya mengutak-atik mimpi dalam area sensoris saja. Karena jika kita susuri lebih jauh, ternyata makna dan penyebab timbulnya mimpi ditarik oleh Islam kepada sudut yang lebih paripurna dan pasti bermakna, karena ia tidak hanya terjebak pada matematika inderawi, tapi kemudian diseret kepada transfer nilai tauhidi, yang itu tidak bisa dijelaskan oleh Psikologi modern, atau neo modern sekalipun.

Menurut ulama-ulama Islam kontemporer, seperti Muhammad Usman Najati dan Azzahrani, Al Qur’an menyebut mimpi dalam dua tema, yaitu ru’ya dan adghatsu ahlam (mimpi yang sulit ditakwil). Terkadang ru’ya merupakan mimpi yang bisa menyingkap misteri alam ghaib atau kejadian yang bersifat futuristik. Ru’ya juga muncul dalam manifestasi berupa perintah yang harus diemban oleh orang yang bermimpi tersebut. Sedangkan adghatsu ahlam merupakan mimpi yang sulit ditafsirkan. Hal yang terakhir inilah yang kemudian banyak digarap psikologi modern, karena mimpi ini terklasifikasi sebagai tammpilan yang berupa symbol-simbol, lambang, sandi-sandi, yang itu semua mesti dijabarkan dalam analisa mendalam.
Dalam hadis Abu Hurairah yang dihimpun oleh Muslim disebutkan pula tiga jenis ru'ya, yaitu (1) mimpi baik yang merupakan khabar gembira dari Allah. (2) mimpi yang menyusahkan yang datang dari syaitan dan (3) mimpi yang disebabkan oleh perhatian manusia terhadap sesuatu atau hal-hal yang telah berada di alam bawah sadarnya. Dan biasanya yang ketiga ini masih standard an jarang dikaji ulama, karena bersifat keduniawian semata, walaupun Ulama seperti Azzahrani menguraikannya dengan lebar.

Al Qur’an, sebagai kitab paripurna, mengisahkan banyak sekali ru’ya yang menimpa para nabi. Misalnya tentang ru’ya nabi Ibrahim AS, yang akhirnya sebab ru’ya itulah tiap tahun kita bersama-sama merayakan idul adha. Hal ini tertera dalam surah Ash-Shafat ayat 102-105 yang artinya:

“Maka ketika anak itu sampai pada umur dewasa yakni sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, 'Wahai anakku yang kusayang, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah, bagaimana pendapatmu. 'Dia (Isma'il) menjawab,'Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatkanku termasuk orang yang bersabar. 'Maka setelah keduanya bertekad bulat dalam berserah diri (kepada Allah) dan dibaringkan pipi (Isma'il) di atas tanah. Kemudian kami berseru kepadanya, 'Hai Ibrahim, engkau telah benar-benar melaksakan perintahKu dalam mimpi itu. Demikianlah sesungguhnya Kami membalas orang-orang yang berlaku baik.”

Al Quran juga dengan jelas merekam Ru’ya yang tersandar pada kisah Nabi Yusuf AS. Ru’ya ini beda dengan apa yang dialami Nabiyullah Ibrahim AS, karena ru’ya yang dialami nabi Yusuf merupakan ru’ya tanda-tanda turunnya kenabian kepada beliau.

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” Surat Yusuf ayat 4
Ada kisah lain juga yang tentunya menarik. Selang beberapa lama sebelum terjadi Perdamaian Hudaibiyah Nabi Muhammad s.a.w. bermimpi bahwa beliau bersama para sahabatnya memasuki kota Mekah dan Masjidil Haram dalam keadaan sebahagian mereka bercukur rambut dan sebahagian lagi bergunting. Nabi mengatakan bahwa mimpi beliau itu akan terjadi nanti. Kemudian berita Ini tersiar di kalangan kaum muslim, orang-orang munafik, orang-orang Yahudi dan Nasrani.

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan Sebenarnya (yaitu) bahwa Sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat”

Pertanyaannya kemudian, apakah dengan begitu ru’ya hanya menimpa Nabi-nabi Allah? Dan mustahil orang muslim biasa, terlebih kafir akan merasakannya? Setidaknya dalam surah yusuf ayat 36-41, Al Qur’an menjelaskan ru’ya membantah itu, ini sesuai dengan yang dialami dua orang pemuda yang bersama-sama Nabi Yusuf AS ketika berdoa di dalam penjara. Al Qur’an masih dalam surah yang sama juga mengisahkan tentang Ru’ya seorang Fir’aun Raja Mesir itu yang menyaksikan dalam mimpinya tujuh ekor sapi kurus memakan tujuh ekor sapi gemuk, serta melihat butiran gandum yang hijau dan tujuh butir gandum yang sudah kering. Tak lama kemudian bak interpreter mimpi, ru’ya itu kemudian dita’wil oleh Yusuf seperti yang dikisahkan dalam surat Yusuf/12: 47-49 sebagai isyarat akan datangnya musim paceklik dan cara-cara mengantisipasinya.

Kita tentu masih penasaran sampai pada satu titik kenapa ru’ya ini bisa menimpa nabi dan orang pada biasanya? Inilah sebuah penjelasan yang belum bisa ditangkap oleh psikologi modern, studi ilmiah, kajian mimpi berbasis analisa data, atau semacamnyam, bahwa pada dasarnya Allah Yang Maha Kuasa, Maha Pencipta dan Zat yang Utama, mempunyai berbagai cara untuk menurunkan hikmah kepada setiap hambaNya.

Ini dapat kita tangkap melalui suatu hadis dari Abu Qatadah ra. yang mendengar Rasulullah saw. bersabda: Mimpi baik (rukyah) itu datang dari Allah dan mimpi buruk (hilm) datang dari setan. Maka apabila salah seorang di antara kalian bermimpi yang tidak menyenangkan hendaklah dia meludah ke samping kiri sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatannya sehingga mimpi itu tidak akan membahayakannya. Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 4195.

Setelah sampai sini anda membaca. Mungkin beberapa anda dengan heran menangkap kesan terjadi dualisme term mimpi yakni, ru’ya dan ahlam sebelumhya. Apakah ada perbedaan antara Ru`ya dan Ahlam. Syaikh al-Munajjid menangkap kesan ini dan menjelaskan dalam satu sitiran satu hadis tapi vital. "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Ru`ya Shadiqah (mimpi baik) berasal dari Allah dan 'Hulm' (jamaknya Ahlam) berasal dari setan." Ru`ya yang dinisbatkan kepada Allah subhanahu wata'ala tidak dikatakan Hulm dan yang dinisbatkan kepada setan tidak dikatakan Ru`ya. Perbedaan ini telah ditunjukkan oleh syari'at. Ru`ya adalah hal baik yang dilihat manusia dalam mimpinya sedangkan Hulm adalah apa yang diimpikan dan dilihat dalam mimpi. Keduanya masih sinonim." Sedangkan al-Alusi dalam tafsirnya menyebutkan, Ru`ya dan Ahlam adalah apa dilihat seorang yang tidur secara mutlak, hanya saja penggunaan Ru`ya lebih dominan untuk hal yang baik sedangkan Ahlam sebaliknya.

Klasifikasi Mimpi


Seperti yang disebut kan Syaikh Khalid al-'Anbari, mimpi ada tiga jenis: Pertama, Ru`ya Shalihah yang merupakan kabar gembira dari Allah subhanahu wata'ala dan satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian. Kedua, Mimpi buruk dan dibenci, yaitu hal-hal menakutkan yang berasal dari syetan untuk membuat manusia bersedih dan mempermainkannya di dalam mimpi. Ketiga, Mimpi yang diakibatkan kondisi psikologis seseorang dalam keadaan jaga, lalu terbawa ke dalam mimpinya, termasuk juga hal yang biasa dilihatnya waktu jaga seperti orang yang biasanya makan pada waktu tertentu lalu tidur ketika itu, maka ia melihat dirinya makan dalam mimpi, atau merasa muak dengan makanan atau minuman, lalu bermimpi sedang muntah.

Sedangkan Menurut Usman Najati atas beberapa hadis yang disebutkan oleh Rasululllah SAW, beliau menyimpulkan pada dasarnya ada dua jenis mimpi, yakni mimpi baik yang menyebabkan manusia bahagia mimpi ini berasala dari Allah SWT. Sedangkan mimpi jenis lainnya adalah mimpi yang bisa menimbulkan rasa tidak senang yang berasal dari syaiton. Hal ini didasarkan oleh sebuah hadis.

Riwayat Bukhari ra., ia berkata: Dari Abu Sa`id Al-Khudri, bahwa sesungguhnya dia mendengar Nabi saw. bersabda: “Apabila seorang dari kamu melihat suatu mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari Allah, maka hendaklah ia memuji Allah (bertahmid) atas mimpinya itu dan hendaklah ia memberitakannya. Dan apabila ia melihat (bermimpi) tidak demikian dari yang tidak menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari syaitan, maka hendaklah ia memmohon perlindungan (ta`wwudz kepada Allah) dari keburukaannya dan janganlah menuturkannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya (madharat)”.

Riwayat dari Abdullah bin Mas’ud juga mengkuatkan hal lain bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Mimpi itu datangnya dari Allah, sedangkan mimpi lamunan itu datang dan setan.” (H.r. Bukhari).

Karenanya, Islam kemudian tidak membiarkan manusia bermimpi tanpa arti dan tanpa tidak lanjut. Islam juga tidak melenakan manusia untuk mendefenisikan mimpi sekdar matematika hampa. Karena dengan sebuah mimpi baik, Allah ingin mengajarkan kita bahwa sudah seharusnya kita bersyukur dan menafakuri kehidupan dengan jernih sebelum ajal tiba, Ia juga mendelegasikan bahwa ada hikmah dlam tiap rekam jejak kita dalam mimpi walau hanya sehelai rambut.

Selain itu juga, mimpi dalam Islam, mengajarkan kejujuran sebagai fondasi suatu amanah. Mimpi bukan pena putih yang tak bisa berwarna saat ditulis di kertas putih. Ia tidak berarti berelasi apa-apa seperti yang tertera dalam kitab psikologi modern, yang menuangkan mimpi hanya pada kanvas sensorik, elbih-lebih itu problem seksual dan nafsu ala interpretation of Dreams Sigmund Freud. Karena sebuah mimpi bisa jadi alamat petunjuk atas sebuah kisah yang penuh ibroh bagi rekosntruksi Iman. Karena itu, Nabi pernah bersabda. “Dari Nabi bahwa beliau bersabda: Ketika kiamat telah mendekat, mimpi seorang muslim hampir tidak ada dustanya. Mimpi salah seorang di antara kalian yang paling mendekati kebenaran adalah mimpi orang yang paling jujur dalam berbicara. Mimpi orang muslim adalah termasuk satu dari empat puluh lima bagian kenabian. Mimpi itu dibagi menjadi tiga kelompok: Mimpi yang baik, yaitu kabar gembira yang datang dari Allah. Mimpi yang menyedihkan, yaitu mimpi yang datang dari setan. Dan mimpi yang datang dari bisikan diri sendiri. Jika salah seorang di antara kalian bermimpi yang tidak menyenangkan, maka hendaknya dia bangun dari tidur lalu mengerjakan salat dan hendaknya jangan dia ceritakan mimpi tersebut kepada orang lain. Beliau berkata: Aku gembira bila mimpi terikat dengan tali dan tidak suka bila mimpi dengan leher terbelenggu. Tali adalah lambang keteguhan dalam beragama.”
Salah satu hadis yang diriwayatkan dari Abi Qatadah juga menampilkan terapan praktis bagaimana sikap seorang muslim ketika mendapati dalam tidurnya mimpi baik dan mimpi yang membuat jiwa kalut.

”Ru'ya itu datangnya dari Allah dan al hulm itu datangnya dari syaitan. Maka bila salah seorang diantaramu mengalami mimpi kalut yang tidak disukainya, maka hendaknya meludah
ke kiri tiga kali dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari keburukannya, maka sesungguhnya mimpi buruk itu tidak akan membahayakannya (HR Muslim)”

Refleksi Menuju Kekuatan Tauhid


Bayangkan dari sebuah hal yang kecil saja, seperti mimpi, Islam mempunyai cara bagaimana, menjelaskan, mendefinisikan, mengklasifikasikan sampai pada tiba pada sebuah penyadaran. Subhanallah. Begitu paripurnanya Islam mengatur manusia pada sudut-sudut sempit yang sama sekali tak tergambar oleh kita.

Psiklologi mimpi dalam Islam punya relasi yang luas dan komperhensif namun sarat ilmu, iman, dan amal. Bagaimana hanya dari sebuah tayangan ketika kita tidur itu, Islam kemudian menariknya menjadi landasan tauhid. Mimpi tidak terjadi dengan sendirinya, mimpi juga bukanlah semata-mata aktivtas inderawi, pengendapan cita-cita, logika sederhana, yang dijelaskan Goddert dan Freud, karena sekalipun mimpi itu hasil jebakan syetan, tak satupun detik yang bergulir terjadi tanpa izin Allah.

Karena itu, sudah sepatutnya manusia mengingat bahwa hidup itu sebentar dan setiap kaki yang melangkah amat dekat sekali dengan kematian. Dari sini, kita juga patut menjabarkan bahwa mimpi memiliki kedua sayap dari satu tubuh yang sama, saling kontras tapi berdekatan, yakni kehidupan dan kematian. Karena bermula dari sebuah mimpi laki-laki mukmin dinyatakan baligh untuk menghirup relung-relung insani sebagai hamba yang lengkap dengan tugas-tugas imaninya di depan. Dan dibalik itu dari sebuah mimpi dan aktivitas tidur, ternyata manusia dekat sekali dengan kematian. Karena banyak pula saudara kita yang dari tidurnya justru menjadi jalan untuk kembali ke Sang Pencipta. Alangkah meruginya jika rasio kita tidak bisa menangkap hal Ini bahwa pikiran dan ruh kita betul-betul tergenggam olehNya, terlebih dalam tidur. Dan kita sebagai yang mengaku mukmin, kadang tidak menyadari bahwa dunia adalah media jebakan semata dan momentum ujian keimanan dari Allahu Ta’ala. Tidak ada yang “gratis” dalam hidup ini semuanya ada bayaran menjadi iman atau kufur, termasuk lewat mimpi. Terserah kita memilih yang mana. Wallahua’lam bishshawab.

tasbih-muda.blogspot.com
span>

Senin, 12 Juli 2010

:|: (Ta’aruf –Again-) :|:

Bismillah..


Assalaamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokaatuh => dijawab lengkap ya biar dapet pahala 30 *maksa mode on* (ya iya lah maksa secara jawab salam kan wajib =) ^^V ).

^^ MASJIDIL AZHAR ^^

Qta mau mengenalkan hal-hal yang berada di sekitar ROHIS SMA N 1 WONOGIRI. Qta mulai pembahasannya dengan MASJIDIL AZHAR. Masjid yang berada tepat di halaman awal memasuki SMA N 1 WONOGIRI ini (katanya) merupakan bekas gudang. Tapi alhamdulillah karena nikmat dari-Nya yang berlimpah sehingga masjid ini bisa qta tempati sebagai basecamp ROHIS.

Sebagai warga SMA N 1 WONOGIRI aio qta ramaikan masjid ini, *bukand dengan membakarnya hlo, biar pada berduyun2 mendatangi masjid qta tercindta ini* but dengan mengunjunginya ketika sholat atau aktivitas positif lainnya.

Udah pada tau kan atau pada inget kalo salah 1 pemuda yang dinaungi Allah ketika tiada naungan selain-Nya adalah pemuda yang hatinya selalu terpaut dengan masjid. Mau kand? Makanya sejak dini qta harus membiasakan diri mengunjungi masjid qta tercinta ini. Ya kalo yang newbie (pemula), khususon yang rumahnya jauh kan kalau spulskul bisa sholat dhuhur di Azhar dulu, sholat ja di sini, udah ada mukenanya og. =)

Di belakang Azhar kan ada Majalah nah nama majalahnya itu adalah MADU ( Majalah di Tempat Wudhu ). MADU ini lahir karena dulu ada antri untuk berwudhu, sehingga pengurus ROHIS ada yang berinisiatif untuk memanfaatkan waktu senggang dengan membacanya sembari menanti air itu dengan menyajikan MADU itu.


^^ BANK JILBAB ^^
Bank jilbab merupakan tempat bagi kamu-kamu (Antunna) yang kelebihan jilbab/ yang dah gag kepake but masih layak dipake (tapi gag pake uji kelayakan dan kepatutan og) bisa menyumbangkan/ memberikan jilbabnya (pakaian, kerudung, dll) kepada kami terutama seragam sekolah.

Dan bagi Antunna yang pengen berjilbab namun terhalang dana, nah insyaAllah qta bisa Bantu Antunna untuk menunaikan kewajiban Antunna ini. =)

Caranya Anty (kamu-perempuan-, tunggal) tinggal bilang ja ma mbak2 pengurus ROHIS, nanti biar dibilangkan ke koordinatornya. Jangan lupa katakana ukuran, nama, kelas, serta nope Anty.

^^ AFM (ANNISA’ FRIDAY MEETING) ^^

AFM merupakan agenda DANNISA’ (Departement Rohis Nisa’) setiap 2 pekan sekali untuk menyelenggarakan pertemuan yang biasanya diisi materi dan kadang pula ada snack hlo.

Dari namanya memang AFM ini just 4 akhwat, so jangan heran kalo nggak ada couo (ikhwan= saudara laki2, jamak) nya. Dan pelaksanaannya adalah the best day dalam 1 pekan yakni hari Jumat, kalo bukan hari Jumat berarti nanti juga ganti baju (baca;nama).

^^ DANNISA’ @ CYBER SPACE ^^

Blog atau weblog DANNISA’ ialah http://dannissa.blogspot.com. Blog ini dibuat agar DANNISA’ tidak hanya ada di dunia nyata namun di ranah maya pun dy juga ada. Baru sedikit artikel yang orisinil kami buat, kebanyakan copas(copy paste) sana copas sini.

Atau the twin of DANNISA’ ialah http://rohisnisa.wordpress.com . kami buat di sini pula karena akses dengan WP(wordpress) insyaAllah lebih cepat bila diakses via hp.

insyaAllah akan coba kami perbaiki blog-blog kami ini.

Tak mau ketinggalan, DANNISA’ juga membuat grup FB, setelah diizinkan oleh para ketroh akhwat. Nicknya ya DANNISA’. Biasanya kami mengirimi member artikel-artikel islam. Sampai sekarang membernya ada 70-an semoga bisa tambah lagi.

Allah memberi kenikmatan kepada qta berupa akses apa saja dengan mudah, murah, dan cepat. Dan sebisa mungkin qta sebagai hamba-Nya yang dicipta untuk beribadah kepada-Nya memanfaatkan piranti teknologi maupun ilmu pengetahuan yang ada dengan baik. Allah memberi senjata pada qta dan dengan mudah qta bisa memakainya, kenapa tidak qta gunakan sebagai sarana dakwah qta..? kalau qta bisa memanfaatkannya dengan baik insyaAllah akan memberi income berupa pahala untuk qta but kalo qta gunakan untuk hal yang negative pasti ia bak menyembelih leher qta. ingat hukum suatu alat tergantung tujuannya.

Kalau qta gunakan untuk semakin menambah ilmu qta insyaAllah akan mengembangkan diri qta dan mendewasakan diri qta pula. Namun sungguh teramat saying banyak remaja yang menggunakan sesuatu tidak pada tempatnya sehingga alat2 itu tidak memberi kemanfaatan padanya malah menimbulkan kemudharatan yang sungguh teramat negative. (MS)

^^ Ta’aruf (kenalan) yukzz…. ^^


Bismillah… 

Assalaamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokaatuh ^^

Hi sobat Azhar yang muka lama n muka baru *hhe..* gimana punya kabar selama 3 pekan mendekam *syerem Bos* di humznya masing2 (kecuali yang diperkecualikan. *haiah*) n gimana pula adik2  yang sedang digembleng mentalnya.. =) semoga bi khoyr selalu.

Langsung ke TKP yukz,, jadi kami(Rohis SMA N 1 Wonogiri) merupakan salah 1 dari 2 organisasi yang ada di SMA N 1 WONOGIRI, qta bergabung di sini untuk belajar dan berbagi apa yang qta punyai –yang bermanfaat, insyaAllah-. Dan kami sangat mengharap gayung sambut adik-adik untuk menceburkan diri bersama kami, berjalan bersama dalam alunan jalan nan mulia ini*semoga*, jalan dakwah dan jalan mencari serta memahami islam yang sungguh indah ini. insyaAllah banyak manfaat yang akan qta dapat.
         
Mau tau apa saja kegiatan kami? kegiatan yang biasanya diadakan adalah mengkaji agama islam nan lurus ini, rapat ngurus itu ngurus ini, BTA (merupakan ekstra dibawah asungan Rohis) seperti keumuman kepanjangannya yakni Baca Tulis Alqur’an, qta juga punya MADU(Majalah @ t4 Wudhu), buletin AlAzhar, dll.

Yang tergabung dengan Rohis ini merupakan pengurusnya, sedangkan anggotanya ya seluruh siswa-siswi yang muslim( untuk akhwat tak pandang bulu berjilbab atau tidak ).

Dengan keikutsertaan qta insyaAllah banyak manfaat yang qta ambil, berikut ini beberapa hal yang penulis ketahui apa adja manfaat join dengan ROHIS, Check it out…

1.    Poin plus-plus (baca:pahala) dari Allah Ta’ala. Syarat diterimanya amal kan ada 2 yakni ikhlas dan sesuai contoh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, so qta bisa dapet poin plus-plus dari Allah dengan 2 hal tadi.
  1. Dapet ilmu. Dengan qta ikut Rohis insyaAllah akan menambah pundit-pundi memory qta akan ilmu, gag Cuma ilmu yang wajib qta pelajari namun juga ilmu yang fardhu kifayah (ilmu berorganisasi, bersosialisasi, dll).

  1. Menambah jejaring/jaringan social. Jejaring social yang penulis kamsud bukan FB, twitter, dan sejenisnya (meski bisa juga c) but menambah network(jaringan) qta. kalo qta ikut Rohis otomatis kan qta jadi kenal ma anak beda kelas. Dan itu akan bermanfaat buat kelak.

  1. Bisa bermanfaat buat orla (orang lain). Sebaik-baik orang kan yang bermanfaat untuk orang lain kata Nabi.


  1. Suasana kondusif untuk perkembanan qta/ pencarian ID (identitas/jatidiri) qta. biasanya (nampaknya) kan orang Rohis itu baik-baik, meski ada orang Rohis yang belum baik ato non Rohis tapi baiknya melebihi orang Rohis *haiah, njlimed Bos* . pokoknya itu dah. Kalo qta mau tau seseorang itu kayak apa liad adja temennya. Dan teman yang baik bak penjual minyak wangi dan teman yang buruk (belum baik) bak pandai besi. Itu kata Nabi. Paling enggak kalo qta berteman ma penjual minyak wangi qta bakal kecipratan ma wanginya, sedang kalo qta berteman ma pandai besi qta kan bakal kena apinya.

  1. Dapet makanan tambahan. Ehehe kalo SD kan biasanya qta dapet makanan tambahan berupa gorengan dan makanan bergizi lainnya. Cuma bedanya kalo qta ikut Rohis biasanya qta baru bisa menyediakan makanan kecil alias snack, belum bisa menyediakan makanan bergizi gitu, maklum Bos budget minim. Bisa menyediakan snack ja alhamdulillah. *bocoran niy, sebenere Rohis gag miskin2 amat Cuma ya meminimalkan budget untuk urusan perut =) ^^V*


  1. Dll, temukan sendiri di Rohis yach. =)

Buat yang mau join Antum(kalian-laki2, bisa pula untuk pernghormatan) tinggal bilang ma mbak2 yang pake jilbab yang sekiranya ikut ROHIS. Ato Antunna(kalian-perempuan) bisa aktif di acara-acara yang diadakan Rohis. Ato bisa hubungi kami via FB dengan nick grup DANNISA’. DANNISA’ merupakan kependekan dari Departement Kerohanian Islam Nisa’. Kunjungi pula blog Rohis Nisa’ dengan alamat http://dannissa.blogspot.com  atau http://rohisnisa.wordpress.com. =)

Udah yack,, kami tunggu atensi Antunna dan rasakand manfaatdnya.. ‘Afwan/muuph jika banyak salah dalam mengetik * =) *.Atas antensi Antunna yang membaca/ menyebarkan mesej ini, join grup, berkunjung ke blog kami, dan join bareng kami di alam nyata, kami haturkan syukron wa jazaakumullahu khoyron. =)

Wassalaamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokaatuh ^^

Selasa, 25 Mei 2010

*** HanYa IbU BiaSa...***(bagus deh coba baca... =))

Namaku Agus, aku tinggal di salah satu sudut kota Jakarta. Aku berumur sembilan tahun. Aku tinggal bersama ayah dan ibuku di sebuah rumah kontrakan yang terletak tak jauh dari kali Ciliwung.

Setiap pagi, aku selalu diantar ibuku ke sekolah, karena tempat kerja ibuku searah dengan sekolahku.

Oya, ibuku, hanya ibu biasa. Pekerjaannya sederhana saja. Setiap hari ibuku menjadi buruh cuci gosok di dua rumah. Kata ibuku sih, rumah tempat ibu ku bekerja itu besar-besar, ada ruang tamu, ruang keluarga, dapur bersih dan dapur kotor, belum lagi kamar tidur yang jumlahnya lebih dari tiga. Waahhh besar sekali. Kata ibu lagi, rumah kontrakan kami, besarnya seperti kamar tidur utama tempat ibu bekerja.

Setiap pagi, ibu ku selalu bangun sebelum azdan subuh memanggil. Lalu ibu melaksanakan shalat tahajud, setelah itu membaca Alquran hingga waktu subuh tiba. Setelah shalat subuh, ibu mulai menyiapkan makanan. Hebatnya, ibu bisa memasak sambil mencuci baju loh. Ketika aku bilang, bahwa ibu hebat, bisa mengerjakan dua pekerjaan sekaligus, ibuku tersenyum dan berkata ,

”Ah, ibu hanya ibu biasa nak, ibu-ibu lain juga bisa seperti ini.”

Setelah memasak dan mencuci, kemudian ibu menyiapkan perbekalan sekolahku. Aku memang tidak pernah diberi ibu uang jajan, karena memang ibu dan ayah tidak punya uang berlebihan. Kalaupun ada, uang itu harus ditabung untuk biaya sekolahku hingga perguruan tinggi, begitu selalu kata ayah dan ibuku.

Tapi, hebatnya lagi, ibu selalu bisa membuat makanan yang lezat untuk bekal sekolahku. Mulai dari mi goreng sosis, nasi goreng bungkus telur, sosis bungkus mi, pizza (sssttt, kata ibu sih ini yang namanya pizza, pizza ala ibu, terbuat dari mi yang digoreng dengan telur), kentang goreng ala ibu (yang ini rasanya ga kalah dengan kentang goreng di restoran cepat saji), dan masih banyak lagi. Ide memasak ibu tidak pernah habis. Tidak heran kalau aku juga ga terlalu suka jajan.
Dan, ketika aku bilang ibu hebat, lagi-lagi ibu berkata ,

”Ah, ibu hanya ibu biasa kok nak, ibu-ibu lain juga pasti seperti ibu…”

Setelah semua selesai, kamipun berangkat. Ayah berangkat dengan menggunakan motor kreditan, menuju tempatnya bekerja. Aku dan ibu, berjalan kaki menuju sekolahku. Jarak antara rumah dan sekolahku, kata ayah kurang lebih tiga kilometer, dan itu aku tempuh bersama ibuku dengan berjalan kaki. Pertama kali, memang terasa capek, tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa. Bahkan kini, aku sangat menantikan saat berjalan kaki bersama ibu. Karena, selama kita berjalan, ibu selalu bercerita tentang kisah Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya. Mulai dari kebaikan-kebaikan Rasulullah saw, kegigihan Rasulullah saw dalam mempertahankan agama Islam, hingga kisah-kisah keajaiban-keajaiban alam semesta. Sungguh luar biasa. Mataku selalu berbinar-binar ketika mendengar cerita ibuku. Ketika aku tanyakan, dari mana ibu tahu tentang cerita-cerita itu, ibuku menjawab, dari salah satu rumah tempat ibu bekerja, disana terdapat perpustakaan mini, kata ibu koleksi buku-bukunya banyaaakk sekali. Dan ketika aku sampai di sekolah, pasti kukatakan, ibu hebat.

Namun, ibu selalu tersenyum, dan seperti biasa, ibu selalu menjawab ,”Ah, ibu hanya ibu biasa anakku sayang, ibu-ibu lain juga pasti seperti ibu…”

Dan, sebelum aku masuk ke gerbang sekolah, kami selalu berdoa sejenak. Ibu selalu mendoakan agar aku dimudahkan dalam memahami ilmu, menjadi anak yang shalih, menjadi anak yang menyayangi orang tua dan sesama, dan menjadi anak yang sangat mencintai Allah, Alquran dan Rasulullah saw. Setelah itu ibuku menciumku, dan aku pun mencium tangan ibu. Sebelum meninggalkan sekolahku, biasanya ibuku menuju musholla sekolah untuk melaksanakan shalat dhuha.

Ah, ibuku hanya ibu biasa, seperti juga ibu-ibu yang lainnya.

Saat bel sekolah jam dua belas siang, ibu sudah menungguku di musholla sekolah. Ibu selalu mengajakku untuk melaksanakan shalat dhuhur tepat waktu. Setelah shalat, kamipun pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Jika berangkat sekolah ibu selalu bercerita tentang kisah Rasulullah saw, maka pulang sekolah, saatnya kami bertukar cerita. Ibu menceritakan pekerjaannya, sedangkan aku bercerita tentang guru, pelajaran hari ini, dan tentu saja tentang teman-temanku. Hebatnya, saat aku bercerita ibu selalu mendengarkan dengan seksama. Ibu akan tertawa ketika cerita ku lucu, ibu akan tersenyum jika ceritaku sedih, dan ibu akan menggenggam tanganku jika aku mendapat nilai kurang pada ulangan hari itu. Ibu tidak pernah marah. Ibu selalu mendengarkan semua ceritaku dengan seksama.

Ibuku….. hanya ibu biasa….

Saat sampai di rumah, setelah aku mengganti pakaian, kami pun makan siang bersama. Kami tidak punya meja makan, jadi kami makan di lantai beralaskan karpet tipis pemberian majikan tempat ayahku bekerja. Kami makan di depan TV, tapi ibu tidak pernah mau menyetel TV, karena menurut ibu, acara TV saat siang, tidak ada yang bagus, kalau bukan sinetron, pasti gossip. Begitu selalu kata ibu. Maka, kami pun makan sambil mendengarkan kaset murotal. Dan hebatnya, terkadang ibu mengikuti bacaan di murotal. Ketika kutanya, ibu sudah hafal ya? Ibu tersenyum, mengangguk dan kemudian mengucap Alhamdulillah….

Ah, ibuku hebat….

Setelah makan, aku pun istrahat siang, kalau tidak membuka-buka pelajaran, aku akan tidur. Tapi, lebih sering, aku mengulang pelajaran dengan ibu. Ini aku kerjakan sambil menemani ibu yang sedang menyetrika pakaian kami. Jika ada soal-soal pelajaran yang susah, aku selalu bertanya pada ibu, dan hebatnya, ibu selalu bisa menjawab. Ketika aku tanya, kenapa ibu bisa menjawab semua soal-soal pelajaranku, ibu akan berkata ,

”Kan dulu juga ibu sekolah nak, nah, saat di kelas, ibu selalu memperhatikan apa yang diterangkan oleh guru, dan ibu juga rajin mengulang pelajaran, seperti yang kamu lakukan saat ini,” kata ibu sambil mencubit gemas hidungku.

“Wah kalau begitu, Agus juga akan sehebat ibu dong,” kataku sambil tersenyum manis untuk ibu……

Setelah shalat ashar, aku meminta ijin pada ibu untuk bermain dengan teman-temanku. Saat aku bermain, biasanya ibu akan membersihkan rumah. Menyapu halaman rumah kontrakan kami, membersihkan debu-debu, merapikan lemariku yang selalu acak-acakkan, menyiram pot-pot tanaman kesukaan ayah, menyikat kamar mandi, mengepel lantai rumah, dan masih banyak lagi. Jika ada sisa waktu, ibu akan mempergunakan untuk mengobrol dengan tetangga. Kata ibu, asal tidak ngerumpi ga pa pa, yang penting kita harus berlaku baik dan ramah pada tetangga.

Sebelum adzan maghrib berkumandang, aku akan pulang ke rumah dan membersihkan diri. Setelah itu, aku pergi ke masjid bersama ayahku, untuk shalat maghrib berjamaah.

Sampai di rumah, kami bertiga akan membaca Alquran secara bergantian. Walaupun bacaanku belum lancar, ibu dan ayah selalu memberi semangat, untuk terus membaca. Ini kami lakukan hingga menjelang adzan isya. Setelah melaksanakan shalat isya di masjid, kami pun makan malam. Saat ini juga sangat aku nantikan, karena saat makan, kami akan selalu bertukar cerita.

Setelah makan malam, ibu lalu mencuci piring-piring yang kotor dan membersihkan dapur. Aku mempersiapkan buku-buku untuk esok hari. Ayah, membaca Alquran di ruang depan. Biasanya aku tidur jam setengah sembilan malam. Sebelum tidur, ibu selalu mendongeng. Yang mengasyikkan, ibu mendongeng dengan ekspresi, alias tidak membaca buku. Jadi jika ibu mendongeng tentang kelinci atau kodok, ibu pun akan melompat. Jika ibu mendongeng sedang naik kuda, maka ibu pun akan bertingkah seperti orang naik kuda. Jika ibu bercerita tentang kesedihan, maka ibupun akan berpura-pura menangis sesegukan.

Ah, ibuku hebat…..

Tapi terkadang aku bingung terhadap ibuku, aku tidak pernah melihat ibu istirahat. Saat aku bangun pagi, ibu sudah bangun, saat aku hendak tidur, ibu belum juga tidur. Pernah aku bertanya pada ibu,

“Bu, ibu kok sepertinya ga pernah istirahat? Ibu selalu bekerja, apa ibu tidak pernah capek?”

“Agus sayang, kalau capek, ya, pasti capek, tapi ibu sangat menikmati apa yang ibu kerjakan. Ibu menikmati saat bercerita denganmu, bermain denganmu, mengerjakan pekerjaan rumah ataupun saat bekerja di rumah orang, ibu sangat menikmati hal itu nak, hingga capek badan, tidak pernah benar-benar ibu rasakan, karena ibu ikhlas…”

Dan aku pun akan pelan-pelan tertidur sambil melihat ibu yang sedang menjahit celanaku yang sobek, atau menjahit celana ayah yang kepanjangan, hingga menjahit gorden baru untuk rumah kami. Pelan-pelan mataku terpejam sambil menatap ibu yang tengah mengerjakan pekerjaan rumah sambil bibirnya tak pernah lepas dari lantunan ayat-ayat suci Allah……

Dalam mimpi aku berkata ,”Ibu hebat……”

Dan ibukupun akan menjawab sambil tersenyum

,”Ibu, hanyalah ibu biasa, apa yang ibu lakukan ini, juga dilakukan oleh ibu-ibu yang lainnya……”

Ya, ibuku memang hanya ibu biasa……..

Ditemukan, Virus Facebook Pertama! (santae wea...-D)

Facebook sering kali dihantam malware. Tapi, malware baru ini benar-benar luar biasa. Ia bisa menyebarkan dirinya melalui daftar kontak teman tanpa diketahui. Ribuan korban dilaporkan sudah terinfeksi olehnya.

Alfons Tanujaya, Senior Vaksinis dari Vaksin.com, mensinyalir ini adalah bentuk baru virus yang menyebar lewat aplikasi Facebook. "Varian pertama menyebar dengan mengusung judul "Optical Illusion [HQ]" pada 2 Mei 2010 lalu di alamat http://apps.facebook.com/hghh_rtrt/. Karena telah dinonaktifkan oleh Facebook, muncul varian kedua yang lebih ganas dan sampai saat ini belum bisa dijinakkan," jelas Alfons dalam rilisnya kepada InfoKomputer.com.

Varian kedua ini mulai disebarkan pada hari Sabtu (15/5) yang menampilkan tautan dinding dengan judul "[Nama Anda], this is without doubt the sexiest video ever :p :p :p", disertai gambar bokong wanita yang sekilas terlihat seperti file video (lihat gambar di bawah). Jika tautan atau gambar tersebut diklik aplikasi jahat akan langsung menginstalasi dirinya tanpa konfirmasi.

Contoh akun yang telah terinfeksi (sensor -P)

Hebatnya, aplikasi jahat ini mencatut nama Winamp sehingga sulit dikenali meskipun oleh pengguna mahir. Untungnya akal-akalan yang dilakukan pembuat aplikasi ini menggunakan nama "Winamp on Facebook", sehingga masih bisa dikenali dengan kasat mata.


Menurut Alfons, cara termudah menghindari WoF adalah dengan tidak mengeklik link dengan ciri di atas sekalipun dikirim oleh teman atau kerabat yang dikenal. Tapi jika sudah terlanjur, masih ada cara untuk menanganinya, yaitu dengan melakukan uninstall aplikasi tadi. Berikut langkahnya:
Login pada akun Facebook.
Pada bagian kanan atas layar klik [Account] lalu pilih [Application Settings]. Anda akan mendapatkan layar “Application Settings – Recently Used”.
Arahkan mouse anda pada tanda silang [X] di aplikasi yang bernama “Winamp”.
Klik tombol "Remove" pada jendela konfirmasi yang muncul.
Refresh browser, dan pastikan aplikasi "Winamp" sudah lenyap.

Belum diketahui motivasi utama si pembuat malware ini. Dugaan kuat sementara adalah untuk mencari celah keamanan facebook guna mencuri data-data pribadi para penggunanya. Waspadalah.

(Brama Setyadi)

http://www.infokomputer.com/reguler/ditemukan-virus-facebook-pertama

Belajar dari Edelweiss,,,

Bunganya putih berseri, sedap elok di pandang mata, bergumul menjadi satu, tanda persahabatan di antaranya. Semampai indah wujudnya, ternyata menyimpan begitu banyak hikmah untuk kita, untuk makhluk yang Allah ciptakan sebagai penjaga alam semesta. Karena itu, mari kita belajar dari Edelweis…

Edelweis, sebuah bunga yang di sebut-sebut sebagai bunga abadi, ternyata Allah meyimpan banyak hikmah untuk manusia di dalamnya.

Edelweiss, putih kecil, tak terlalu harum, namun tak mengurangi kecantikannya. Setiap bunganya yang gugur dan jatuh menyentuh tanah, dengan izin Allah, bunga tersebut akan tumbuh kembali menjadi satu pohon Edelweiss yang baru. Selain itu, bunga ini ketika dikeringkan, tahannya lebih lama dibandingkan dengan bunga yang lain. Keunikannya ini yang menjadikannya mendapat julukan ‘The Immortal Flower’ atau ‘Bunga Abadi’.

Bunga ini mampu hidup dengan suhu di bawah 18 derajat celcius. Dengan suhu serendah itu, banyak orang menggigil tak karuan, berusaha mencari tempat paling hangat untuk beristirahat, atau bahkan, secara tidak sengaja seseorang berkeluh kesah dengan mengatakan “sialan! Dingin banget si di sini!!”. Namun tidak si kecil Edelweiss, tetap mensyukuri nikmat Sang Pencipta di tempat ia tumbuh.

Dia tetap tumbuh dengan terus menebar keindahan tak peduli apapun keadaan di sekitarnya, dinginkah, panaskah, dia tetap memiliki keyakinan kepada Allah, bahwa keadaan di sekitarnya itu tak menjadikan dirinya takluk, karena dia memiliki sandaran yang kuat, dia memiliki Tuhan yang Maha Besar, Allah swt Seperti itulah seharusnya manusia! Menjadi manusia yang selalu yakin akan Allah, Tuhan-nya.

Edelweiss mengajarkan kita untuk senantiasa bangkit dari keterpurukan. Gugurnya sehelai Edelweiss, mampu menghasilkan puluhan bunga yang sama atau bahkan jauh lebih indah dari sebelumnya. Begitulah seharusnya kita manusia dalam menghadapi keterpurukan di dalam hidup kita.

Berapa kalipun kita gagal, jangan pernah anggap itu sebagai kegagalan, jadikan itu sebuah penemuan, penemuan ‘cara yang salah’. Karena seorang penemu tak pernah langsung berhasil dalam percobaannya, mereka juga pernah gagal, tapi mereka menganggap kegagalan mereka adalah penemuan ‘cara yang salah’, bukan penemuan ‘kegagalan’. Dan kita harus meyakini, bahwa kita akan dan pasti, menemukan suatu ‘cara yang benar’ untuk menghadapi permasalahan yang Allah ujikan.

kita sering berada di bawah roda kehidupan, ketika kondisi kita seperti itu, sungguh indah jika kita menjadi seperti Edelweiss yang gugur, dia bisa tumbuh kembali menjadi bunga, mengapa kita manusia yang ‘gugur’ dalam ujian-Nya, tak mampu bangkit kembali menjadi manusia yang memiliki ‘bunga’ yang indah?

Seandainya kita memiliki kelebihan yang Allah berikan, maka yakinlah, ada kekurangan dalam diri kita. Jangan pernah sombongkan kelebihan itu di hadapan orang lain. Jadilah seperti Edelweiss, dia memiliki keindahan dengan keabadiannya, namun dia memiliki kekurangan, yaitu harumnya tak semerbak seperti bunga yang lainnya. Bunga se-indah Edelweiss pun memiliki kekurangan, maka, manusia se-‘indah’ apapun, pasti memiliki kekurangan, karena itu, jangan pernah sombong dengan apa yang kita miliki saat ini.

Banyak anak yang tamak dengan ilmu yang dia miliki, sampai-sampai tanpa sadar menyakiti perasaan temannya dengan kesombongan yang dia lakuan, entah sengaja atau tidak. Banyak juga anak muda, yang sombong dengan hartanya, di pamerkan ke segala penjuru, agar teman-temannya mengetahui bahwa dia anak yang berkecukupan, atau bahkan kelebihan harta. Ingatlah teman, semua itu akan sirna seiring berjalannya waktu. Ingatlah teman, aku dan kalian memiliki ‘borok’ yang hanya Allah saja yang tahu. Ingatlah selalu teman, aku dan kamu di ciptakan seideal mungkin, seimbang antara kelebihan dan kekurangan.

Terkadang aku berfikir, jangan-jangan apa yang aku anggap dalam diriku ini suatu kelebihan, ternyata itu adalah kelemahan besar di mata Allah. Pernahkah kalian fikirkan itu?.

Namun sekarang, yang aku fikirkan adalah jangan pernah merasa malu dengan kekurangan yang kita punya, sekali lagi jadilah seperti Edelweiss, dia menjadikan kelebihannya untuk menjadi sebuah pemandangan yang indah, kembali sejuk hatinya, dan tersenyum kembali wajahnya.

Jadikan kelebihan kita untuk membuat orang lain tersenyum, bukan membuat orang lain merasa sakit hati, atau kecewa.

Ketika kita berada di atas roda kehidupan,, ingatlah Edelweiss, dia akan gugur setelah berkembangnya, dia pernah berada di atas, dan juga pernah berada di bawah. ingatlah, tak selamanya kita berada di atas, karena pasti kita akan mengalami berada di bawah. Tak selamanya kita menang. Pasti ada kalanya kita mengalami keterpurukan. ketika kita berada dalam keterpurukan,ingat kalimat ini, takkan pernah ada kebangkitan, kalau tidak ada keterpurukan.
Wallahu a’lam

20 Hadits Dhaif(lemah) Dan Maudhu(palsu) Yang Populer

Berikut adalah 20 hadits maudhu dan dhaif yang sering diucapkan oleh orang awam atau bahkan pula para penceramah dan khotib. Semoga kita diberi hidayah oleh Allah dan dijauhkan diri dari kebodohan.

1. Hadits :


الحديث في المسجد يأكل الحسنات كما تأكل البهائم الحشيش

“Bercakap-cakap di masjid itu memakan (menghilangkan) kebaikan sebagaimana hewan ternak memakan rerumputan”

Hadits tidak ada asalnya.
Lihat :Takhrijul Ihya (1/136), Thabaqot Asy-Syafi’iyyah karya As-Subki (4/145) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/4)

2. Hadits :


اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً

“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati esok hari ”

Hadits tidak shahih secara marfu’.
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/8)

3. Hadits :


صنفان من أمتي إذا صلحا، صلح الناس : الأمراء والفقهاء

“Dua golongan dari umatku, apabila mereka baik maka baik pulalah seluruh manusia, yaitu para penguasa dan para ulama”

Hadits maudhu’ (palsu).
Lihat : Takhrijul Ihya (1/6) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/16)

4. Hadits :


توسلوا بجاهي فإن جاهي عند الله عظيم

“Bertawassullah dengan jahku (kedudukanku), karena sesungguhnya kedudukanku di sisi Allah sangat agung”

Hadits tidak ada asalnya
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/22)

5. Hadits :


من نام بعد العصر فاختُلس عقله فلا يلومنَّ إلا نفسه

“Barangsiapa yang tidur setelah ashar kemudian akalnya hilang, maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri”

Hadits Maudhu’.
Lihat : Al-Maudhu’at (3/69), Al-La’ali al-Mashnu’ah (2/279), dan Tartibul Maudhu’at (839)

6. Hadits :


من حج البيت ولم يزرني فقد جفاني

“Barangsiapa berhaji ke Baitullah dan tidak mengunjungiku, sungguh dia telah berlaku tidak sopan padaku”

Hadits maudhu’
Lihat : Tartibul Maudhu’at (600) dan Al-Fawaid al-Majmu’ah (326)

7. Hadits :


من حج فزار قبري بعد موتي كان كمن زارني في حياتي

“Barangsiapa berhaji lalu mengunjungi kuburanku setelah matiku, dia seperti mengunjungiku waktu hidupku”

Hadits dhaif.
Lihat : Qa’idah Jalilah (57), Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/47)

8. Hadits :


اختلاف أمتي رحمة

“Perbedaan pada umatku adalah rahmat”

Hadits Maudhu’.
Lihat : Al-Asrar al-Marfu’ah (506) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/11)

9. Hadits :


من عَرَفَ نفسهُ فقد عرف ربَّه

“Barangsiapa mengenal dirinya, maka dia telah mengenal Tuhannya”

Hadits maudhu’.
Lihat : Tanzih Asy-Syariah (2/402) dan Tadzkiratul Maudhu’at (11)

10. Hadits :


الناس كلهم موتى إلا العالمون والعالمون كلهم هلكى إلا العاملون والعاملون كلهم غرقى إلا المخلصون والمخلصون على خطر عظيم

“Seluruh manusia adalah mati kecuali orang-orang yang berilmu, dan semua orang-orang yang berilmu adalah celaka kecuali orang-orang yang beramal, dan semua orang-orang yang beramal adalah tenggelam kecuali orang-orang yang ikhlas dan orang-orang yang ikhlas berada pada bahaya yang besar ”

Hadits Maudhu’
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/76)

11. Hadits :


إن لكل شيء قلباً وإن قلب القرآن (يس) من قرأها فكأنما قرأ القرآن عشر مرات

“Segala sesuatu mempunyai hati (inti) dan sesungguhnya hati Alqur'an adalah surat Yaasiin, barangsiapa membacanya, maka bagaikan membaca Alqur'an sebanyak sepuluh kali”

Hadits maudhu’.
Lihat : Al-‘Ilal Li Ibni Abi Hatim (2/55) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/169)

12. Hadits :


فكرة ساعة خير من عبادة ستين سنة

“Berfikir sesaat lebih baik daripada beribadah selama enampuluh tahun”

Hadits maudhu’.
Lihat : Tanzih Asy-Syariah (2/305) dan Tartibul Maudhu’at (964)


13. Hadits


صوموا تصحوا

“Berpuasalah kalian, niscaya kalian sehat”

Hadits dhaif.
Lihat : Takhrijul Ihya (3/87) dan Tadzkiratul Maudhu’at (70)

14. Hadits :


لولاك ما خلقت الدنيا

“Kalau bukan karena kamu (Muhammad), tidaklah Aku menciptakan dunia”

Hadits maudhu’.
Lihat : Tartibul Maudhu’at (196) dan Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/282)

15. Hadits :


من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة لم تصبه فاقة أبداً

“Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah pada tiap malam, maka tidak akan tertimpa kefakiran selamanya”

Hadits dhaif
Lihat : Tanzih Asy-Syariah (1/301) dan Al-Fawaid al-Majmu’ah (972)

16. Hadits :



من تمسك بسنتي عند فساد أمتي فله أجر مئة شهيد

“Barangsiapa berpegang teguh dengan sunnahku pada waktu rusaknya umatku, maka baginya pahala seratus orang syahid”

Hadits dhaif jiddan
Lihat : Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah (1/326)



17. Hadits :


أنا ابن الذبيحين

“Aku adalah anak dua orang yang (akan) disembelih”

Hadits tidak ada asalnya
Lihat : Al-Maqasid al-Hasanah (141)

18. Hadits :



خير الأسماء ما عبِّد وما حمِّد

“Sebaik-baik nama adalah yang disisipkan Abd (=hamba) dan ada Hamd (pujian)nya”

Hadits maudhu’
Lihat : Al-Asrar al-Marfu’ah (192)

19. Hadits :


اطلبوا العلم ولو بالصين

“Tuntutlah ilmu walaupun di negeri China”

Hadits maudhu’
Lihat : Tartibul Maudhu’at (111) dan Al-Fawaid al-Majmu’ah (852)

20. Hadits :


شاوروهن - يعني النساء - وخالفوهن

“Bermusyawarahlah dengan mereka (yaitu para istri) dan selisihilah”

Hadits tidak ada asalnya
Lihat : Tadzkiratul Maudhu’at (128) Al-Asrar al-Marfu’ah (240)
Wallahu A'lam

(Abu Maryam Abdusshomad, dinukil dari tulisan Syaikh Ihsan bin Muhammad ‘Ayisy : Miatu Hadits Minal Ahadits ad-Dhaifah Wal Maudhu’ah di situs www.islamtoday.net)